Kegiatan pembelajaran seni terbagi menjadi dua yaitu kegiatan kreasi dan
kegiatan apresiasi. Kreasi merupakan proses penciptaan karya sedangkan apresiasi adalah
pengamatan terhadap karya. Apresiasi seni merupakan tindakan untuk memahami serta
menghayati tata nilai dari suatu objek sehubungan dengan kualitas estetis yang
menimbulkan dorongan untuk mengamati, memahami, menghayati dan menghargai.
Kegiatan apresiasi di sekolah memiliki peranan penting dalam mengasah kepekaan siswa
terhadap karya seni. Sehingga perlu adanya strategi khusus dalam mengajar apresiasi
agar tujuan pembelajaran apresiasi seni pada diri siswa tercapai.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) kondisi guru, (2) strategi guru
dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran apresiasi seni rupa, (3) konsep guru tentang
apresiasi dan strategi di SMP Negeri se-Kecamatan Kepanjen. Rancangan penelitian ini
adalah penelitian deskriptif kuantitatif, sedangkan untuk pengumpulan datanya dengan
angket yang disajikan untuk guru seni budaya di SMP Negeri se-Kecamatan Kepanjen
yang berjumlah 10 orang. Teknik analisis dengan teknik prosentase, selanjutnya hasil
prosentase dideskripsikan sesuai dengan klasifikasi semua, banyak, cukup dan kurang.
Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan (1) bahwa semua guru
berpendidikan S1 dan cukup banyak yang berlatar belakang pendidikan seni rupa.
Banyak juga guru yang pernah mengikuti kegiatan pelatihan dan seminar, selain itu
semua guru menjabat tugas lain selain mengajar, (2) semua guru membuat perencanaan
(RPP) terlebih dahulu dan cukup berimbang antara guru yang menerapkan RPP dengan
guru yang tidak menerapkan perencanaan tersebut. Semua guru dalam pembelajaran
apresiasi menggunakan metode ceramah, diskusi, dan tanya jawab. Sedangkan guru yang
menggunakan metode karya wisata dan demonstrasi cukup banyak. Dalam menerapkan
metode mengajar untuk kegiatan apresiasi, banyak guru mengalami kesulitan. Oleh
karena itu semua guru perlu menggunakan metode khusus dalam pembelajaran apresiasi
seni rupa. Selain itu semua guru juga menggunakan prosedur pembelajaran, (3)
pemahaman guru mengenai apresiasi semuanya memaknai apresiasi seni dengan kegiatan
berpameran. Dalam pembelajaran apresiasi cukup banyak guru memiliki tujuan untuk
mengasah kepekaan siswa terhadap objek seni. Kemudian yang terakhir cukup banyak
guru yang memahami strategi pembelajaran sebagai penerapan metode tertentu.
Setelah melihat hasil penelitian ini disarankan untuk penelitian selanjutnya agar
menggunakan metode kualitatif dan memperhatikan faktor yang mempengaruhi strategi
guru dalam pelaksanaan pembelajaran apresiasi seni rupa.
Kamis, 22 Oktober 2009
referensi karya ilmiah 2
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar